Senin, 21 Desember 2009

Mana Bisa

Prayoga, OkI, dan Gandi sedang saling pamer kehebatan adiknya
Oki: Kemarin adikku dipukul sama tetanggaku dia tidak menangis malah mengejar tetanggaku
Gandi:Adikku jatuh dari sepeda dan dia tidak menangis
Prayoga:Adikku kemarin jatuh dari genteng saat mengambil layangan dan dia tidak menangis sama sekali
Oki & Gandi: Wah hebat ekali adikmu
Prayoga: Ya dia tidak sempat menangis karena pingan duluan …

Alasan Mengapa Aku Memecat Sekretaris

Alasan Mengapa Aku Memecat Sekretaris

Dua minggu yang lalu adalah ulang tahunku yang ke-35 dan mood ku tidak terlalu baik pagi itu.

Aku turun untuk sarapan dengan harapan istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita “ Selamat ulang tahun suamiku tersayang “ dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun untukku. Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi. Aku berpikir, ya , itulah istriku, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat kalu hari ini aku berulang tahun.

Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan, namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun. Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan kecewa dan sedih.

Ketika aku masuk keruangan, sekretarisku, Janet, menyapaku “ Selamat pagi boss, selamat ulang tahun ! “

Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang tahunku.

Aku bekerja samapai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu ruanganku dan berkata “ Apakah anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu cerah diluar dan hari ini adalah hari ulang anda, mari kita pergi makan siang, hanya kita berdua “

Aku berkata “ Wow, itu adalah perkataan yang luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi “

Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ketempat dimana kami biasanya makan siang, tetapi kami pergi ketempat yang sepi. Kami memesan 2 botol martiny dan sangat menikmati makan siang kami.

Dalam perjalan pulang kekantor , dia berkata “ anda tahu ini adalah hari yang begitu indah, kita tidak perlu kembali ke kantor kan ? “

“ Tidak perlu, saya pikir tidak perlu “ jawabku.

Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke apartemennya.

Setelah tiba di apartemennya, dia berkata “ Boss, jika anda tidak keberatan, saya akan pergi keruang tidur dan melepaskan sesuatu agar lebih nyaman “

Tentu saja sahutku dengan gembira. Dia pergi kekamar tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulan tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anak, dan sejumlah rekan kerja kami sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

Aku hanya duduk terpaku disana.

Di sebuah sofa panjang, telanjang tanpa sehelai benangpun……..

Senin, 19 Oktober 2009

Onde-onde Menyakitkan Hati

Ini pengalaman Tommy yang tak terlupakan. Sungguh peri dan menyakitkan... Malam minggu ke tiga bulan Oktober kemarin, Tommy ternyata simpan hati ke Ria teman kerjanya, di perusahaan jual beli 'hape'. Pada saat yang tepat, Tommy pun bertandang (pedekate) ke rumah Ria. (Lumayanlah tuh cewek berdarah Manado. Kayanya ada darah portugis mengalir di bibirnya: Tebel-tebel asik kayak bibir Sophia Latjuba).

Singkat cerita, Tommy pun mengetuk pintu rumah Ria. Dia disambut Mama Ria dengan ramah, "Silakan duduk dulu di teras ya. Nanti ibu panggil si Ria."
"Terima kasih Bu. Maaf saya mengganggu," kata Tommy dengan badan setengah membungkuk.
"Ah ga' apa-apa dek," kata Mama Ria sambil melangkah ke dapur, lanjutin bikin kue onde-onde.

(Sekedar tahu, kue onde-onde khas Manado, bentuknya bulat putih yang ditaburi parutan kelapa. Isinya gula aren. Makan kue ini mesti hati-hati. Mengapa begitu? Kue ini begitu mateng dikukus, kelihatannya sih bisa langsung dimakan sambil ditiup-tiup. Bagian luarnya memang cepat dingin, tapi awas isinya gula aren panas. Jadi coba anda bayangkan bila kue itu "meledak" dalam mulut. Yakinlah lidah seperti dibakar. He...he...)

Kembali ke suasana rumah Ria... "Ria, tuh ada temanmu nunggu di teras. Oh ya, nih bawain onde-onde yang baru mateng, buat tamunya," kata Mama Ria sambil mengedipkan mata.
"Iiiiih..! Mama nggak banget deh. Apaan pake acara kedipin mata segala," sela Ria dengan mimik setengah mateng.
Dengan muka mesem-mesem, Ria pun ke teras sambil membawa sepiring kecil onde-onde baru mateng.

"Hai Tom apa kabar?" sapa Ria. "Baik-baik aja Ri. Kamu cantik deh malam ini," rayu Tommy.
"Uhh, dasar gombreng. Jelas-jelas aku belum mandi. Masih bau onde-onde, dibilang cantik pula. Udah jangan obral rayuan deh. Nih Tom! Cobain onde-onde buatan mama aku. Oke ya, aku tinggal bentar. Aku mandi dulu ya Tom." Kata Ria sambil buru-buru ke belakang.

Begitu Ria ke dapur, hmm! Tommy pun menyabet satu onde-onde di atas meja. Dan bluppp...! Onde-onde baru mateng itu pun, langsung masuk rongga mulut. Dan "nyrotttt!", kue berisi gula merah panas itu pun meledak... (coba Anda bayangkan, gula panas itu meneyelimuti lidah, rongga mulut dan kerongkongan. Panas...panas...Uhhh panassss).

Rupanya Mama Ria dengar, erangan tertahan di teras. Dia pun ke teras dan sambil menahan tawa, melihat Tommy 'menangis'.
"Dek, kok nangis sih. Ada apa? Ada berita duka?" Tanya ibu Ria berpura-pura bego.
"Uhh, ndak apa-apa Bu. Saya sariawan Bu. Jadi telan apa aja, rasanya nggak enak dimulut. Mungkin kelapa di kue onde-onde, yang bikin perih ya bu," jelas Tommy dengan muka aneh, seperti habis nangis (muka memerah dan meringis).

Mama Ria pun buru-buru ke belakang seperti kuatir, dan menemui Ria. "Kasian si Tommy... Onde-ondenya meledak di mulut. Lidahnya perih kena gula panas. Dia seperti menangis. Sana urus dia!" Seru Mama Ria, sambil mengedipkan mata.
"Iiiiih mama jahat! Kalo nggak suka sama orang, jangan pake acara ngerjain dong," kata Ria kesel banget...

Obama Takut Disunat

Bulan Agustus kemarin, aku dapat rizki besar. Rp 30 juta masuk kantong, komisi hasil makelarin tanah pak Haji Uding di Empang Tiga, Pasar Minggu. Karena itu duit cipratan, aku pun berpikir gampang untuk menghabiskannya. Ah, daripada puyeng mikir suksesi 2009 mending jalan-jalan ke Amrik.

Pilihanku pingin lihat kota Washington DC. Mengapa Washington? Karena kota ini adalah pusat pemerintahan negeri super kuat. Disamping itu, kali-kali aja ketemu Obama yang lagi getol unjuk diri.

Rencana perjalananku sudah mantap, besok paginya aku ke USA Embassy di Jalan Merdeka Selatan. Alhamdullilah, setelah diinterview jam 3 sore visa turisku keluar. Besoknya lagi, pesan tiket dan 5 hari kemudian aku take off dengan Singapore Airlines dari Bandara Soekarno-Hatta, straight ke Washington.

Dari kota tua inilah, miracle itu datang. Tanpa sengaja aku ketemu adik tiri Barrack Hussein Obama, Maya Soetoro di sebuah cafe bernuansa Hispanik. Sosok Maya kini mulai famous, karena sering muncul di media massa. Singkat cerita aku pun memperkenalkan diri dari Indonesia, "Hi Maya, I am Agus Bopak from Indonesia."

"Hey, glad to meet u gus," seru Maya. Hebat, suasana pun langsung jadi akrab. Dari wajah memang aku sudah bisa tebak, karakter Maya gampang akrab dengan siapa saja. Kami pun bertukar pikiran sedikit tentang situasi politik di Indonesia dan peluang Obama menggapai kursi presiden Amerika. Baru sekitar setengah jam ngobrol, tiba-tiba ada suara berat dari belakang menyapa,"Maya, sorry...too late!"
Karena terkejut, aku pun menoleh ke belakang. Wow, ini kan Obama (aku ngomong sendiri). Singkat cerita lagi, kami bertiga aku, Obama dan Maya, makin akrab.

Pada satu momen tertentu aku bertanya pada Obama, "Barry (panggilan akrab keluarganya untuk Obama), kehebatan retorika anda selain bakat, apakah anda pernah dilatih khusus pidato?"
"Ha...ha...whuahahahah...whuahaahah...whuahahaha (busyet deh, mulut Obama yang besar itu menganga lebar. Dagunya memanjang, matanya memerah, menyipit dan berair. Perutnya yang rata pun bergetar dan bergoyang kencang)," Dia tertawa terbahak-bahak, gelinya minta ampun. Sampai-sampai capres Amerika yang lahir 4 Agustus 1961 itu, ke toilet mencuci muka, karena ilernya kemana-mana.

Dari toilet, dia menghampiri aku dan berkata setengah suara, seperti berbisik sambil menepuk kuat bahu aku. "Hey Bung! Aku banyak belajar retorika dari SBY. Dia itu mahir memainkan kata-kata. Dia itu orator hebat! Pokoknya Gus (Obama sok akrab sama aku), pemimpin di negeri kamu rata-rata jago pidato."

Aku pun sok akrab,"Oba, if u want...kamu bisa nyapres di Jakarta!"

"Ogah ah! (Syet dah, dia bisa bilang 'ogah') Aku mesti sunat dulu dong..."

Operator Telepon yang Suka Bercanda

Ni ada cerita Nyata waktu masih kuliah di jogja. Ada temen saya baru datang dari daerah XXX dia datang kejogja untuk kuliah. Kebetulan sekali orang nya ndeso banget.....

Pada suatu hari dia kehabisan uang jajan, trus dia mau minta dikirimin ma ortu nya dari kampung. Kemudian dia mengajak saya pergi ke WARTEL buat menelpon ortunya mau minta duit.

Sampai di wartel dia masuk keruang KBU bersama saya, dan dia langsung menekan No tujuan. no tujuan lagi sibuk, lalu operatornya berbicara seperti ini, "Telepon yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi"

Kemudian dijawab teman saya " Tolong lah mbak aku nggak punya uang lagi, panggilin ibu saya, tolooooooong lah mbak, jangan bercanda donk....."

Dengan wajah polos dia bilang kesaya : "Tuh orang suka bercanda, ngga tau kalo aku lagi benar-benar butuh uang..."

Pengalaman Lucu Saat Bermimpi

Aku dan temenku sedang jalan-jalan ke sebuah mall terkemuka didaerahku. Secara otomatis kalo jalan-jalan ya mesti bawa uang.

Tapi kami bawa tidak seberapa karena niat kami cuma jalan-jalan. Waktu kami memasuki sebuah toko yang pakaiannya lumayan bagus-bagus, kami bersamaan dengan ibu-ibu muda yang tajir-tajir.

Kami pilah pilih tu pakaian. Tak taunya ibu-ibu itu juga bersamaan dengan kami. Pilih disini ketemu, pilih disana ketemu, akhirnya ibu-ibu itu menggertak kami,kami jangan mengikutinya.

Kamipun menjauh dari nereka. Pas ketemu didepan kasir, kami berada dibelakang ibu-ibu tadi. Tanpa kami kira dan kami duga, ibu-ibu itu salah satunya kehilangan dompetnya.

Tanpa ba bi bu lagi ibu-ibu itu menuduh pada kami. Pikirnya kami yang dari tadi mengikutinya terus. Ibu yang lainnya menyuruhnya untuk Tanya dapa orang yang dirumah, mungkin ketinggalan. Tapi dasar ibu2 tajir, ngotot menuduh kami yang ambil.

Di dalm mall itu kami dimaki – maki habis – habisan. Tenang saja karena kami memang gak ambil. Kami hampir dilaporkan sama polisi yang tidak jauh dari mall itu.

Pak satpam pun ikut membantu. Tiba-tiba datanglah seorang bapak menghampiri kami. Dia suami ibu yang tadi menuduh kami. Dia mengatakn kalo dompet ibu itu terbawa oleh bapak itu.

Aku dan temanku merasa lega bgt. Ibu itupun meminta maaf. Karena aku tahu ibu itu tajir, maka aku ajukan sarat padanya. Aku dan temanku minta ganti rugi sebesar Rp. 5.000.000 tadi sudah dimaki – maki.

Ibu itu menyetujuinya. Dibukanya dompetnya, lalu dihitungnya uang sebanyak 5 juta. Merasa akan menerima uang, langsung saja tanganku mengadahkan tanganku hendak menerima, tiba – tiba tanganku dipukul sama ibuku. “ BANGUN !!!!!!, SUDAH SIANG!!!!!!, BRANGKAT SEKOLAH !!!!!!

E alah gak taunya aku mimpi.

Minggu, 18 Oktober 2009

Masuk Ke Dalam Kandang Setan

Kan gini... waktu itu gue pergi ke mall, terus disana ada rumah seram. gue, kakak gue,temen gue,juga adiknya masuk ke sana....

Pas disana kita ketakutannya setengah mati!!! GILA....!!! smuanya serem banget!!! (meski hanya boneka) lalu... ada 1 rombongan datang yang banyak banget!!!

Pas ditengah-tengah tiba-tiba rombongan belakang dorong-dorong!!! otomatis kita gak nyaman... terus rombongan blakang dorong2 lagi.

Kakak gue jadi gak konsen jalan, kita smua ke himpit diantara baunya keringat didalam kegelapan. pas kakak gue gak konsen...

Ternyata sesuatu terjadi....

Hahahahahaha... kakak gue kedorong dan dia nabrak pager kandang itu setan!!! dia masuk ke kandang itu!!! dan lebih parah..., kakak gue nangis gara-gara sendal barunya copot!

Terpaksa kita beli sendal baru dan langsung pulang! malahan satpam ajah sampe aneh [plus nahan ketawa] sama kejadian ini, sampe sekarang kakak gue gak mau ke sana lagi!!!